Masuknya PT. Tri Jaya Delapan - Delapan Mineral Tbk, Diduga Kuat Ilegal, Pemda Tidak Diketahui, Siapa Di Balik Ini

Masuknya PT. Tri Jaya Delapan - Delapan Mineral Tbk, Diduga Kuat Ilegal, Pemda Tidak Diketahui, Siapa Di Balik Ini

SUARAREFORMASI.COM.AMBON - Masuknya PT. Tri Jaya Delapan - Delapan Tbk Untuk melakukan investasi Tambang Nikel di Kab.Seram Bagian Barat tidak diketahui oleh Pemda Sbb.(11/01/2024)

Hal ini disampaikan oleh Sekda Kabupaten Seram bagian barat, Leverne A Tuasuun, hal ini disampaikan olehnya saat ditemui di Gedung Hatutelu Piru saat mendapat klarifikasi oleh Media ini.

"Kami tidak tau kalau ada Perusahaan Pertambangan yang masuk di SBB, belum ada notifikasi ke kami, hehe saat usai mengikuti penetapan Bupati/Wakil Bupati terpilih periode 2025 - 2030.

Saya baru tau saat membaca berita kalau PT. Tri Jaya Delapan - Delapan ada dan sedang berinvestasi di gunung tinggi karena tidak ada pemberitahuan ke kami". Beber Tuasuun

Yang artinya aktivitas Pertambangan di gunung tinggi yang akan dilakukan oleh PT. Tri Jaya Delapan Delapan di duga ilegal.

Terpisah berdasarkan invormasi yang diterima oleh media ini bahwa PT. Tri Jaya Delapan - Delapan Mineral adalah anak perusahaan dari PT. Maming Enam Sembilan, namun setelah dikroscek ternyata faktanya PT. Tri Jaya Delapan - Delapan mineral tidak ada hubungan dengan PT. Maming Enam Sembilan bahkan aktivitasnya tidak diketahui oleh manajemen PT. Manusela Prima Mining Tbk. Selaku Pemegan Saham mayoritas.

"Sampai Hari ini Doddy Hermawan adalah Pemegang saham mayoritas di PT. Manuselala Prima Mining dan aktivitas PT. Tri Jaya Delapan Delapan Mineral tidak diketahui oleh kami sebagai pihak magement Pemegang saham 70% atau saham mayoritas". Ujar Sumber yang tidak mau namaya di sebutkan.

Salah Satu Mantan Pejabat SBB yang enggan disebutkan bahkan menyampaikan pesan bahwa sebaiknya Yakobis Putilehalath harus jujur ​​dan terbuka bahwa selama 10 Tahun masa kekuasaannya telah banyak dari masyarakat adat yang menjadi korban pada masa kekuasaannya, dirinya mencontohkan seperti di gunung tinggi semua SKT yang dibuat oleh Desa Piru sebagai hak pakai pada saat program Jambu Mete oleh Pemprov Maluku telah diambil olehnya dengan alasan ganti rugi tanaman, malah sekarang telah menjadi miliknya, saya harap pak bop segera sadar". Ujar sumber.

Bahkan Pelabuhan untuk memuat bahan Mentah nikel yang sah itu ada di Kobar tetapi pelabuhan Gunung tinggi itu belum memiliki ijin baik dari Tuan Tanah maupun dari pihak pemerintah daerah. (Tim/Merah)

Sumber : http://suarareformasi.com/masuknya-pt-tri-jaya-delapan-delapan-mineral-tbk-diduga-kuat-ilegal-pemda-tidak-diketahui-siapa-di-balik-ini-detail-456043